Kamis, 09 Februari 2017

Sinopsis, Naskah/Skript, Shooting Skript/Skenario




Penulisan naskah secara teoritis merupakan komponen dari pengembangan media atau secara lebih praktis merupakan bagian dari serangkaian kegiatan produksi media melalui tahap-tahap perencanaan dan desain pengem-bangan, serta evaluasi.
Seperti halnya penulisan pada umumnya, penulisan untuk naskah film maupun video ini juga dimulai dengan identifikasi topik atau gagasan. Dalam pengembangan instruksional, topik maupun gagasan ini dirumuskan dalam tujuan khusus kegiatan instruksional atau pembelajaran. Konsep gagasan, topik, maupun tujuan yang khusus ini kemudian dikembangkan menjadi naskah dan diproduksi menjadi program film atau video.
http://zoeproduction.blogspot.com/2014/08/kiat-menulis-artikel-ti.html
Dalam praktek, rangkaian kegiatan untuk mewujudkan gagasan menjadi program film atau video ini secara bertahap dilakukan melalui pembuatan sinopsis, treatment, storyboard atau perangkat gambar ceritera, skrip atau naskah program dan skenario atau naskah produksi. Naskah merupakan persyaratan yang harus ada untuk suatu program yang terkontrol isi dan bentuk sajiannya (bandingkan dengan program 'live' yang diambil begitu saja apa adanya meskipun dapat direka rambu-rambu pengendaliannya).
Bagi pembuat film dokumenter tentang alam atau kehidupan binatang seperti yang sering kita lihat pada Discovery Chanel, perencanaan produksi berupa naskah terkadang tidak perlu dibuat dari awal, namun sering terjadi naskah dibuat setelah stock shoot diperoleh. Tidak demikian halnya untuk pembuatan program video pembelajaran dan program film pada khususnya.
Dalam pembuatan film dan video pembelajaran posisi naskah sangat diperlukan seperti pentingnya perencanaan mengajar (baca : satpel) dalam kegiatan KBM. Artinya film pendidikan mengandung misi pendidikan dan pembelajaran yang harus diukur tingkat keberhasilannya, oleh sebab itu naskah mutlak diperlukan, disamping tahapan-tahapan lain dalam keseluruhan kegiatan produksi video
Secara garis besar, terdapat tiga kegiatan utama dalam memproduksi program video yaitu tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Pra produksi adalah kegiatan-kegiatan awal sebelum kegiatan inti berupa pengambilan gambar dimulai. Meski demikian kegiatan pra produksi cukup penting untuk dilakukan, sebab produk dari kegiatan pra produksi ini akan menghasilkan naskah yang siap di produksi sebagai pedoman untuk semua pihak, yaitu pemain, sutradara, editor, kameramen, pencatat adegan produser dan kru lainnya yang terlibat dalam pembuatan film.
Gambar Tahap Kegiatan Produksi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLK8a2W2rM3Jb3K-srnmnbGtb4r1yHv0Q1GOpO7rGT9OibdGsLGNElvcoxGZjkv-ThQz3Lbh_cba6tZf_aYxnr45mKuAyYP0kISWBSVZtp-pqcSkEcsx6RwJcxKTGqOj5pe3DH8zpsnEY/s1600/1113.jpg

Dalam Pra produksi, sebelum kegiatan penulisan naskah, dilakukan terlebih dulu identifikasi program. Identifikasi program juga merupakan kelanjutan dari beberapa analisa yang dilakukan terhadap kegiatan produksi video yaitu : identifikasi kebutuhan, materi, situasi, penuangan gagasan dll. Isi dari Identifikasi program meliputi :

1. Judul Program: berisi tentang judul/tema program yang dirumuskan dengan kalimat yang singkat, padat, menarik.

2. Tujuan / Kompetensi : Dirumuskan dengan jelas, Pada rumusan tujuan ini perlu dituliskan tujuan umum yang ingin dicapai oleh sasaran setelah mengikuti program ini..

3. Pokok Bahasan : Penulisan pokok bahasan dilakukan terutama program video yang dibuat berupa video pembelajaran (instructional video/film) yang secara langsung mengacu pada kurikulum yang sudah ada. Jika video yang dibuat adalah film pendidikan, penulisan pokok bahasan dapat dituliskan atau tidak.

4. Sub Pokok Bahasan :Penulisan sub pokok bahasan ini juga dilakukan terutama program video yang dibuat berupa video pembelajaran (instructional video/film) yang secara langsung mengacu pada kurikulum yang sudah ada,.

5. Sasaran : sasaran adalah “Target Audience” yang menjadi sasaran utama program ini. Dalam penulisannya mesti dituliskan secara jelas untuk siapa, misalnya untuk siswa SLTP, atau untuk Siswa Sekolah Dasar atau untuk umum.

6. Tujuan Khusus/Indikator : Apabila program video yang dibuat diambil dari kurikulum maka tujuan atau indikator yang diharapkan perlu dituliskan secara jelas.

Dalam tulisan ini tidak akan diuraikan secara lengkap tahap produksi dan pasca produksi, tetapi lebih terfokus pada kegiatan pra-produksi.

1. Sinopsis.
Dalam praktek, sinopsis ini diperlukan untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok materi yang akan digarap. Tujuan utamanya adalah mempermudah pemesan menangkap konsepnya, mempertimbangkan kesesuaian gagasan dengan tujuan yang ingin di capai dan menentukan persetujuannya.

Dalam istilah yang lebih sederhana sinopsis dapat diartikan sebagai ringkasan cerita. Konsep sinopsis juga sering digunakan untuk kegiatan seni yang lain, misalnya dongeng, cerita bersambung, komik, pementasan teater, novel, media audio, media slide dan sebagainya. Pada dasarnya konsep sinopsis untuk film/video hampir sama dengan istilah siposis untuk yang lainnya. Dalam penulisannya, tidak diuraikan dengan kalimat yang panjang tetapi cukup beberapa kalimat saja, namun tercakup didalamnya : tema, even dan alur yang dikemas dengan kalimat yang sederhana dan mudah di pahami.
Contoh Sinopsis.

Contoh-1
"Episode menggambarkan suatu kecelakaan kapal 'Impian'. Dua orang, seorang kakek dan cucu gadisnya, berhasil menyelamatkan diri ke pantai pulau karang".
( Film : “Terdampar di Pulau Karang".)

Contoh-2
“Visualisasi video ini memperlihatkan proses pembuatan patung realistik (patung kepala manusia) dengan teknik cetak ulang atau cor bagan semen. Dimulai dengan pengenalan alat dan bahan, desain, pembuatan model, pembuatan cetakan, pengecoran, penyempurnaan dan penyelesaiaan akhir.
(film pembelajaran Judul : Patung realistik Dengan Bahan Semen)


Secara terminologi istilah naskah sama artinya dengan skript dan skenario sama dengan shooting skript.

Contoh-3
Film ini menggambarkan perjuangan seorang lelaki muda yang berusaha bertahan hidup dan berusaha keluar dari sebuah pulau terpencil akibat kecelakaan pesawat terbang, hingga akhirnya dia selamat.
(film Layar Lebar “Case Away”).

2. Treatment.
Agak berbeda dengan sinopsis, treatment mencoba memberikan uraian ringkas secara deskriptif (bukan tematis) tentang bagaimana suatu episode ceritera atau rangkaian peristiwa pembelajaran (instructional event) nantinya akan digarap. Kalau pada sinopsis penulisannya dibuat sedemikian singkat, akan tetapi dalam treatment semua alur cerita yang akan ada dalam video tersebut diuraikan dari awal kemunculan gambar sampai program berakhir diuraikan secara deskriptif. Secara sederhana, penulisan treatmen sama dengan kita menceritakan kembali pengalaman menonton film kepada orang lain, dimana kita bercerita bagaimana kronologis jalan cerita film tersebut. Namun demikian dalam pembuatan storyboard belum menggunakan istilah-istilah teknis dalam teknik video, penggunaan istilah teknis baru dilakukan pada pembuatan shooting skript.
Sebagai ilustrasi pembanding, di bawah ini akan anda lihat suatu tratment yang dikembangkan dengan tema yang sama.yaitu "'Terdampar di Pulau Karang".

Contoh Treatment
"Ceritera diawali dengan fajar menyingsing di ufuk timur sebuah pulau karang yang, sepi dan gersang. Di kejauhan masih nampak samar-samar bangkai, kapal "Impian" yang terdampar. Dua Bosak tubuh kelihatan bergelantungan pada sebilah papan yang terapung-apung tidak jauh dari temp at kejadian. Dengan susah payah mereka, mulai berenang-renang menempuh gelombang dan berjalan tersuruk-suruk menuju pantai pulau karang yang gersang diiringi gemericiknya riak gelombang air laut yang kini telah mulai reda, dan seterusnya".

Contoh Storyboard pembelajaran :

Judul : Patung Realistik Dengan Bahan Semen
Visualisasi diawali dengan penayangan judul program, kemudian tampak ruang studio patung yang memperlihatkan berbagai jenis patung, khusus pada patung yang dibuat dari bahan semen ditayangkan lebih lama. Setelah itu, tayangan berganti pada alat-alat dan bahan-bahan yang ada disekitar studio, ditata dengan rapi di atas meja peraga. Berikutnya kata pengantar disampaikan oleh presenter pengetahuan dasare-dasar mematung dan langkah-langkah mematung. Visualisasi berikutnya sebagai kegiatan ini ditayangkan peragaan oleh presenter tentang cetak ulang atau teknik cor. Kegiatan ini ini diawali dengan kegiatan desain, pembuatan model, cetakan, pengecoran, hingga penyempurnaan dan penyelesaian akhir.

3. Storyboard.
Rangkaian kejadian seperti dilukiskan dalam treatment tersebut kemudian divisualkan dalam perangkat gambar atau sketsa sederhana pacta kartu berukuran lebih kurang 8 x 12 em. Tujuan pembuatan storyboard ini antara lain adalah untuk melihat apakah tata urutan peristiwa yang akan divisualkan telah sesuai dengan garis ceritera (plot) maupun sekuens belajarnya. Di samping itu juga untuk melihat apakah kesinambungan (kontinuitas) arul ceriteranya sudah lancar. Storyboard juga dapat di pergunakan sebagai moment-moment pengambilan (shots) menggantikan apa yang lazim disebut "shooting breakdown". Bagi sebagian pembuat film terkadang storyboar tidak dilakukan, cukup diakomodasi dalam naskah atau skrip. Storboard ini terlebih diperlukan dalam pembuatan media sound slide dan pembuatan film animasi.


4. Skrip atau naskah program.
Keterangan-keterangan yang didapat dari basil eksperimen coba-coba dengan storyboard tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk skrip atau naskah program menurut tata urutan yang dianggap sudah benar. Dalam pembuatan program film maupun video, skrip atau naskah program irii merupakan daftar rangkaian peristiwa yang akan dipaparkan gambar demi gambar dan penuturan demi penuturan menuju tujuan perilaku belajar yang ingin dicapai. Format penulisan skrip untukprogram film dan program video pacta prinsipnya sarna, yaitu dalam bentuk skontro atau halaman berkolom dua; sebelah kiri untuk menampilkan bentuk visualisasinya dansebelah kanan untuk segal a sesuatu yang berhubungan dengan suara termasuk dialog, narasi, musik maupun efek suara. Tujuan utama suatu skrip atau naskah program adalah sebagai peta atau bal1an pedoman bagi sutradara dalam mengendalikan penggarapan substansi materi ke dalam suatu program. Karena itu skrip yang baik akan dilengkapi dengan tujuan, sasaran, sinopsis, treatment. Yang terpenting dalam sebuah storyboar termuat unsur video dan audio, memudahkan bagi pemain, sutradara danka meramen dalam kegiatan latihan dan persiapan shooting. Para pemain yang berperan dalam video tersebut menghapalkan naskah dan dialog berdasarkan naskah.
VIDEO
AUDIO



Pada kolom video berisi semua kejadian/ivent yang perlu divisualisasikan dalam keseluruhan isi film dari awal sampai akhir program. Apa yang kita inginkan tampak dalam layar monitor diisikan dalam kolom video ini.
Pada kolom Audio berisi semua unsur audio baik berupa suara manusia (narator atau presenter), musik, dan sound effect.

Contoh Naskah Skenario :


Judul : Memanfaatkan Perpustakaan Sekolah

NO
VIDEO
AUDIO
SCENE
1
Muncul Logo pembuka, pembuat program disertai tulisan PROYEK PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UMUM DAN SEKOLAH disusul dengan persembahan judul
MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
MUSIK JINGGLE
2
Animasi pembuka berisi cuplikan cuplikan video siswa sedang membaca, tumpukan buku, rak-rak buku, siswa sedang membuka katalog, dll disertai tulisan kerabat kerja.
MUSIK INSTRUMEN
3
Pemandangan suasana kota, gedung-gedung bertingkat hiruk pikuk orang lalu lalang dan beberapa fasilitas belajar seperti perpustakaan
NARRATOR (OFF CAMP) :
Kemajuan Indonesia saat ini sangat ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara lain. Salah satu cara untuk mewujudkan sumber daya yang tinggi adalah dengan menumbuhkan minat membaca sejak usia dini. Perpustakaan adalah solusi untuk menumbuhkan minat baca anak mulai di tingkat sekolah dasar.
Dan seterusnya…
SCENE
4
Suatu siang di sebuah sekolah Dasar, tampak lokasi sekolah dari luar

5
Disebuah ruangan kelas, seorang guru sedang mengajar dihadapan 30 orang siswa.
Musik
6
Dari halaman sekolah, terlihat seorang guru keluar dari kelas menghampiri lonceng, sejenak melihat jam dan langsung memukul lonceng.
SUARA BEL
7
Kembali ke ruangan kelas, dimana seorang guru sedang mengajar.
Guru : “Ada yang mau bertanya ?”
Siswa (Terdiam)
Guru : “Kalau tidak ada yang
bertanya, kalian boleh keluar”
8
Anak-anak berhamburan keluar ruangan untuk beristirahat.
Suara riuh anak-anak
9
Di sebuah sudut halaman sekolah, tampak seorang siswa perempuan sedang asik membaca, dihampiri oleh 3 orang temannya.
Siswa-1 : “ Kamu sedang baca buku
apa?”
Siswa-2 :”Buku Sejarah”
Siswa-3 :”Bukunya baru beli ya?”
Siswa-2 :”Enggak kok, aku baru beli
dari perpustakaan”
Siswa-1 dan Siswa-2 (bicara bersamaan) : “Perpustakaan”
Siswa-2 : “Iya, perpustakaan sekolah
Kita”
Siswa-1 :”Emang bukunya boleh
dipinjam dan di baca?”
Siswa-2 : “Boleh”
Siswa-3 : “Ada buku apa saja di
sana?”
Siswa-2 :”Banyak deh”
Siswa-3:” Kalau begitu antar kami ke
sana ya..”
dan seterusnya..

5. Shooting Skript / Skenario
Bila di atas disebutkan bahwa skrip terutama ditujukan untuk bahan pegangan sutradara dan pemain, skenario lebih merupakan petunjuk operasional dalam pelaksanaan produksi atau pembuatan programnya. Jadi skenario sangat bermanfaat bagi teknisi dan kerabat produksi yang akan melaksanakannya dengan tanggung jawab teknis operasional. Petugas yang membutuhkan diantaranya : editor/penyunting gambar, kameramen, pencatat adegan, sound man, dll. Dalam skenario inilah beda antara film dan video akan tampak karena video mempunyai efek visual tertentu yang tidak dimiliki oleh media film, misalnya dissolve, wipe, superimpose, split image, dan sebagainya.

Pengaruh lain yang juga akan tercermin dalam penulisan skenario adalah beda dalam pendekatannya. Bila dalam pendekatan film perpindahan umumnya bersifat 'cut- to-cut' dan pengambilannya boleh meloncat-loncat dengan pengelompokan menurut keadaan waktu, cuaca, lokasi maupun sifatnya (di dalam atau di luar gedungjstudio), perpindahan dalam pendekatan video dapat transisional dan bersifat sekuensial. Dengan singkat, skenario untuk program video mempergunakan lebih banyak istilah-istilah atau "bahasa" produksi dan petunjuk-petunjuk teknis operasional bagi kerabat dan teknisi produksi.




Contoh shooting skript / skenario
NO
VIDEO
AUDIO
SCENE
1
IN BLACK
ZI : LOGO PERPUSTAKAAN NASIONAL
CAPTION (FI/FO):
PROYEK PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN UMUM DAN SEKOLAH
CAPTION JUDUL (FI/FO)
MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
MUSIK JINGGLE
FI-FU
2
IN BLACK
ECU : Membuka Buku (Slow Motion)
DISSOLVE TO
CU : Siswa Sedang Membaca
INS :CAPTION
Ide Cerita :
Drs. Rachmat Natawijaya
DISSOLVE TO
ZI : Plang Perpustakaan
DISSOLVE TO
Tumpukan Buku
CUT TO
PAN LEFT : Rak Buku Di Perpustakaan
Dan seterusnya….
MUSIK INSTRUMEN
3
DISSOLVE TO
HA : Patung Bundaran Hotel Indonesia
CUT TO INS.
Gedung-Gedung Bertingkat
CUT TO
LS : Orang Lalu Lalang
DISSOLVE TO ;
PAN LEFT ; Ruangan disebuah perpustakaan
Dan seterusnya…..
NARRATOR (OFF CAMP) :
Kemajuan Indonesia saat ini sangat ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara lain. Salah satu cara untuk mewujudkan sumber daya yang tinggi adalah dengan menumbuhkan minat membaca sejak usia dini. Perpustakaan adalah solusi untuk menumbuhkan minat baca anak mulai di tingkat sekolah dasar.
Dan seterusnya…
SCENE
3
IN BLACK
FI /ESTABLISHING SHOOT :
ZI : Perpustakaan sekolah,
DISSOLVE TO :
PAN RIGHT : setting sekolah dari luar

4
CUT TO :
LS : Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas
CUT TO ;
Siswa sedang memperhatikan guru mengajar.
Musik
5
CUT TO
LS Dan PAN LEFT :
Seorang guru keluar dari kelas menghampiri lonceng
CUT TO
ECU : jam tangan guru
CUT TO :
HA : guru sedang memukul lonceng.
SUARA BEL
6
CUT TO
LS : di ruangan kelas, guru mengajukan pertanyaan kepada siswa.
Guru : “Ada yang mau bertanya ?”
Siswa (Terdiam)
Guru : “Kalau tidak ada yang
bertanya, kalian boleh keluar”
7
CUT TO :
LS : Anak-anak berhamburan keluar ruangan untuk beristirahat.
CUT TO :
ECU : kaki kai siswa berlarian
Suara riuh anak-anak
8
LA : Di sebuah sudut halaman sekolah, tampak seorang siswa perempuan sedang asik membaca, dihampiri oleh 3 orang temannya.
]
CUT TO
CU : siswa 1
CUT TO OSS : siswa 2
CUT TO : siswa 3
CUT TO OSS : siswa 2
CUT TO ; siswa 1 dan 3
Dan seterusnya…
Siswa-1 : “ Kamu sedang baca buku
apa?”
Siswa-2 :”Buku Sejarah”
Siswa-3 :”Bukunya baru beli ya?”
Siswa-2 :”Enggak kok, aku baru beli
dari perpustakaan”
Siswa-1 dan Siswa-2 (bicara bersamaan) : “Perpustakaan”
Siswa-2 : “Iya, perpustakaan sekolah
Kita”
Siswa-1 :”Emang bukunya boleh
dipinjam dan di baca?”
Siswa-2 : “Boleh”
Siswa-3 : “Ada buku apa saja di
sana?”
Siswa-2 :”Banyak deh”
Siswa-3:” Kalau begitu antar kami ke
sana ya..”
dan seterusnya..
Dengan demikian seorang penulis naskah dan shooting skript video harus memahami istilah-istilah teknis yang ada dalam teknik produksi video.
A. Petunjuk pengambilan Gambar
Petunjuk pengambilan gambar adalah posisi pengambilan oleh kamera pada objek yang diambil. Secara mendasar terdapat 3 cara pengambilan, yaitu :
1. Long shot (LS), yaitu pengambilan yang memper.lihatkan latar secara keseluruhan dalam segala di mensi dan perbandingannya.
2. Medium shot (MS), yaitu pengambilan yang memperlihatkan pokok sasarannya secara lebih dekat dengan mengesampingkan latar-belakang maupun detail yang kurang perlu.
3. Close-up (CU), yaitu pengambilan yang memfokuskan pada subjeknya atau bagian tertentu. Lainnya dikesampingkan supaya perhatian tertuju ke situ.
Kadang-kadang di luar ketiga pengambilan dasar (basic shots) tersebut orang masih menambahkan dua lagi, yaitu XLS (extreme long shot) dan XCV (extreme close-up). Sedangkan di antara LS dan CU ditambahkan dua lagi, yaitu MLS (medium long shot) di antara LS dan MS, dan MCU (medium close-up) diantara MS dan CU.
B. Gerakan Kamera
Visualisasi yang tampak pada layar pada dasarnya hasil dari kerja kamera video yang merekam objek dengan posisi yang berbeda-beda. Perbedaan letak dan posisi serta gerakan objek yang tampak pada layar adalah akibat dari gerakan-gerakan yang ditimbulkan dari kamera. Seorang skriptwriter harus mengetahui petunjuk-petunjuk yang berhubungan dengan gerakan kamera, seperti:
1. pan right, menggerakkan kamela kekanan
2. pan left, menggerakkan kamela ke kiri
3. tilt up, menggerakkan kamela ke atas
4. tilt down, menggerakkan kamela ke bawah
5. zoom in, mengatur pengambilan ke arab CU
6. zoom out, mengatur pengambilan ke arab LS
7. dolly in (track in), mendorong kamela ke arab subjek
8. dolly out (track out), menarik kamela menjauhi subjek camera follow, kameta mengikuti ke mana perginya subjek.
C. Efek Visual Dasar
Selain gerakan kamera, perubahan visual yang ditimbulkan pada video dan diakibatkan oleh efek visual. Edef visual dasar ini sering disebut dengan transition devise .Penggunaan efek visual dasar seperti:
1. fade in, pengambilan oleh kamera tertentu mulai masuk perlahan Iahan.
2. fade out, pengambilan oleh kamera tertentu mulai memuctar secara perlahan.
3. super atau superimpose, penampilan sesuatu (biasanya titel atau caption) ke atas pengambilan yang ada.
      4. dissolve, pembauran secara perlahan menggantikan yang sebelumnya.

5. wipe, mengganti pengambilan sebelumnya dengan efek penghapusan.
Pentahapan dari konsep ke skenario ini tidaklah merupakan keharusan, misalnya ada yang menganggap storyboard tidak perlu sebab koreksi atas kelancaran arus ceritera dan kontinuitas akan dilaksanakan dalam proses penyuntingan (editing). Bahkan tata urutan atau sekuens instruksional epidose biasanya sudah terikat pada garis ceriteranya (plot).
Kadang-kadang tidak dibedakan antara skrip dan skenario. Sehingga hanya terdapat tiga langkah saja dalam teknik penulisan naskah (film maupun "video), yaitu sinopsis, treatment, dan skenario seperti yang dikemukakan Yusach Biran. Dalam hal yang demikian yang disebut skrip atau naskah program adalah keseluruhan kumpulan bahan yang tersebut di atas.

Istilah-Istilah Dalam Produksi Film/Video

Film/Video 1. SHOOT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT_O3-zduX68VYSdwqfBHNWw68h9dVfm0jxQ4pFj9L8C2h8Al3QzwOpGpEtPyjkrY1OKu18SxkuEMeJXWISGyff1AvIu8ZilGDyIUCdM6zHb0Uf01Tn5PD4yGVyzTim6tMSn9ckqYJci0/s1600/10599133_10203635652605116_2269514066335520404_n.jpg








“Shoot” adalah munculnya gambar di layar TV yang diambil dengan memakai sebuah kamera selama jangka waktu tertentu.
2. TWO SHOOT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4v_Z-4rbNoJOFdGD1v5R2HA7ezfJh9Ku8e6hkj9ilkDcywKtUHdKQlABPRQTAEybTXJ-8Eqc0sMm8W2-C4Nr2Q0n6ReJRnYjKv_7K6G1Ut4Fa57KIzDIxxNF25rLevS85-dOrxHm5HH4/s1600/chic-paris-engagement-shoot-with-two-vera-wang-wedding-dresses-3.jpg




Biasanya dalam naskah ditulis 2-Shoot atau 2s; hanya dua orang saja yang terlihat pada gambar.
3. GROUPSHOOT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW_jsCDR4ZQ12mLURt_I2hddrF24E070tzUqtD6xHLgrySa5S4_yob9gjkhDS7MrmWZ9mze6kAP_4e8QfONFCSFpwu59hDhBZnE4CXTOIAOFBGOUFBvUd0MBnlPVBPmb6Qt875fQ07mo8/s1600/images+(4).jpg



Pengambilan gambar lebih dari 2 orang atau sekelompok orang.

4. BCU atau BCS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI0LUt6nvDOVykf9xmc40P0xlfjFI9-fsOIVAqaYucgpbE7xQ4jpo8i1vp9mibC1DkiCIbKQcCoHmbhSqzdpmw7dHJGzk4nF-FHZC-0qHSEay5gSnH3HBZLK82zd3uSrrYlbXX23YzKwU/s1600/images+(5).jpg



Singkatan dari Big Close UP atau Big Close Shoot kadang kadang disebut juga PCS (Very Close Shoot) Shot ini hanya memperlihatkan beberapa bagian dari wajah seseorang biasanya antara dagu dan dahi atau detil-detil yang terperinci dari sebuah benda.

5. CU atau CS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjgdq6qofHs6FjhfLUQTau4I8gJU7p-O8owvRHDmkX96fEj7WZt6dQaCWMDogMHgU3Mjii93CtOTs5_GnlnMafwUEKsspgksznyiD2lQym22JLxf28cDgsKjgAXzY9aITo4TyVKF-FwQw/s1600/PFMI-09-Close-up-shots.jpg



Close Up atau Close Shoot : memperlihatkan seluruh wajah seseorang atau bagian bentuk untuk sebuah benda.


6. ECU

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh33c1wgKHEX8r-vhRc2IqoOPRq2_t8mDNUGXmU01AE-VzwD5ZziuuqRA6SjwbgftWrKywJMqzRAITgn4_yTZzqXYJ9BoimPK9EemYGX_Eb8qhk8wYD4rQRJsbZG42RUEdVJ9htCMVxuYk/s1600/download+(1).jpg






Extreme Close UP, yaitu pengambilan sangat dekat sekali, sampai pori-pori kulitpun dapat kelihatan. Fungsinua untuk memperlihatkan detil suatu objek.



  
6. MCU atau MCS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1rC5Vjh7qYsMtvOBLEqYqX7xtcNLCO0Ul22_6KOrWUN2KLWZTQLtxoLVM6cROULQ4M0SU27nwuNXid3aJ7US0AKVklU5sysOP_z_Lhw06QDeD4N9YwTqLHGysCf0QsrAHnqtLP9ceSuY/s1600/80175_megan_fox.jpg





  
Medium Close Up atau Medium Close Shoot, seringkali disebut chest Shoot atau bust Shoot memperlihatkan kepala dan bahu sampai ke dada bagian atas. Untuk benda akan terlihat bagian penuh benda tersebut atau bagian dari sebuah bangunan.


7. MS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEZ5cS0mbSyBC6AN7YGme9AiPQM2WXB76uvl76txxmeh5SEgGnNK6U5ewGRjiLlbg6oeWv9RT82GWDfkSRm4RMWMnX1s7841Wo4exVat__Z_404iFFA_jlxukA9I7-lpNEn51kN8tmnLQ/s1600/final-destination5-1.jpg




Medium Shot ; seringkali dikenal dengan istilah “waist” (pinggang) shoot, memperlihatkan kepala sampai pinggang seseorang atau seluruh bagian sebuah benda atau sebagian besar sebuah bangunan.


8. MLS
  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzySESAnN21ZJp59TtSrjc1MjFnse9uADEIFj1opkNsiZfFvNI42Saizv3Duyky6LyTTdRtOrBZ-if9Nrmj_uY835bxglMTt6AQDp2Pyjp7SM-IP1otBFazUn77azlM0aGWD5QiLBhyv4/s1600/Shot_04_077_medium.jpg






Medium Long Shoot ; sering kali dikenal dengan istilah ‘knee” (lutut) dari kepla sampai lutut atau gambar sebagian besar kelompok bangunan.

9.LS atau WS atau WA
ahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ23Nsf4SgDpmbvexh6KMyIhpsZWV2_SO07zmiN1H2Mqk2HjtFx0__tu4ba-AHVs8j7NoDFq7ol3I-nMmoD6IA3MmGU2WBdSkk9WOXegTqfVu0qnNMXzmhbMbcT0S1w_KHXnEcKKwb_Hk/s1600/Black-Fortuner+1122.jpg



Long Shoot atau Wide Shoot atau “wide Angle” memperlihatkan ¾ badan seseorang dengan latar belakang yang luas atau seluruh tubuhnya bila berdiri sendiri pemandangan alam luas atau bagian dalam bangunan secara penuh.


10. VLS atau VWA

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDzWJlSJ5yDaUKuaFMCSib7KG3sHtBe64-r0Exr9g5rFOY5kCrmKCBIz4Sp-zWO6dWFw58YR-8-CqGsBRzkc1AuH7ut9DOnvSAkfgoYnotTDo_pucA9i0UGHVWu-4qnBN1jQ_oYe_kPho/s1600/Indonesia-12-150x150.jpg






Very Long Shoot atau Very Wide Angle jarang dipakai di studio karena studio tidak cukup luas untuk menampilkan luasnya pemandangan.


11. OSS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Was0xPAzeZKw_IfkX4w-SMMcdp2ne1kMmZsjcUHH9FcTmX5DInD5DcnkviUzueTmBzX4E9rfNDl9d-p5HFbSXMpCI9dbjLmBR2EVKCuqP0MQo_XQrMTj9Cb02FPOkBfhH9RI4JLSK50/s1600/sinetron-h.jpg




Over Sholder Shoot; sering dipakai untuk mengambil dua orang yang sedang bercakap-cakap. Pengambilannya lewat pundak seseorang membelakangi kamera.



12 . HA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimnbUBxgkT5wlG7FqIoyuhrRe3Th5BuHzrEucdQUtLW6fwKRJJTuAKYiKDmhvCxXuHQisav3H87rY8Iv9EwfFjoJNI-xxkiugd3u-cF79c1SkhUWLbw5Owx2OBOktYB3GjW9Y_ijdlUc0/s1600/images+(6).jpg





  
Heigh Angle : sudut pengambilan dari suatu objek sehingga kesan objek jadi mengecil, dan kesan pengambilan ini mengandung unsur dramatis yaitu “kerdil”.


13. LA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXl_WNDpquyU0Ahr6ItwxFh_GjUNPK7B30X8bIuwIVJVJLgZcmsidE9dSHlKDK3Kr_l37mpn4fKGKSsrZDm7egP_exmmn9AiK-yRiZCRz-fUcbEyyEhIogDvR8LfM2AQQ7bxYOMVs_qsY/s1600/3404852558_0c1cb4a73e.jpg



Low Angle : sudut pengambilan dari arah bawah sehingga kesan objek jadi membesar, sama seperti high anggle posisi pengambilan ini juga terkesan dramatis untuk menunjukan keagungan.


14. EL
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_Zg6TKkzABXCI46f9o76n7TNEX_O6I4U0RpZYpP1Angx2zuAF8x40GqWEVFpDgpVkfagUZbUCSd1eSKE6lGr5b_AenmRa-XcliZ0xd7Bq3leGsBsI5R8R8cE1mFUS0ZFm59Bp4tbp5jc/s1600/images+(7).jpg





Eye Level : sudut pengambilan gambar sejajar dengan mata .
Format-1
Contoh Skenario / Shooting Skript.

Judul : Teknik Penyinaran VIDEO
AUDIO
IN BLACK
Dissolve ke MS lampu pijar di depan monitor TV untuk memperoleh efek video feedback pada layar televisi
MUSIC
Musik Elektronik Mirip Ketukan Kode Morse Selama lebih kurang 3 detik kemudian Under.
Lampu dikedip-kedip seirama dengan musik.
NARR (OFF CAMP):
Gagasan visual Anda mungkin hebat. Namun tanpa penyinaran yang baik, visualisasi tersebut dapat berantakan.
CUT ke CAPTION
“Penyinaran”
MUSIC : (FAD OUT)
NARR (OFF CAMP)
Prinsip penyinaran sangat sederhana. Pertama yang kita perlukan adalah…)dan seterusnya)
POP ON :
“Key”
MUSIC : (SMASH BERSAMA DENGAN MUNCULNYA KATA “KEY”
NARR (OFF CAMP) :
“Key!”…Sumber penyinaran utama yang dominan”.
MCU pada lampu dan juru lampu diambil dengan LOW ENGLE.
Juru lampu di atas tangga sedang menyetel lampu “Key” ke Gadis Model yang berlagak Menyisir Rambut di depan Kaca.

ESTABLISHING SHOOT
Ke model yang berdiri menghadap kamera dengan latar belakang property. Kamera tangga, juru lampu dan lampu Key.
Juru Lampu Turun dari Tangga

ESTABLISING SHOOT
Ke model yang berdiri menghadap kamera dengan latar belakang property, kamera tangga dan lampu FILL.
NARR (OFF CAMP)
Lampu scoop ini perlu diatur agar sinarnya merata…perhatikan kini perubahan apa yang terjadi bila kita tambahkan “fill” dalam penyinarannya.
MUSIC :
Under ……Seperti pada pembukaan.
NARR (OFF CAMP)
Cantik Bukan?!

Model Meletakan sisir…..Menghadap ke Kamera Sambil Tersenyum Simpul.




di kutip dari: http://zoeproduction.blogspot.co.id/2014/08/sinopsis-naskahskript-shooting.html



Rabu, 08 Februari 2017

SEJARAH JARANAN

Selasa, 12 April 2011

SEJARAH JARANAN
Menurut sejarah, asal muasal seni jaranan atau jaran kepang diangkat dari dongeng rakyat tradisional Kediri tepatnya pada Pemerintahan Prabu Amiseno yaitu Kerajaan Ngurawan, salah satu kerajaan yang terletak di Kediri sebelah timur Sungai Brantas. Konon sang Prabu berputera seorang putrid yang sangat cantik nan rupawan tiada banding yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata yang diberi nama Dyah Ayu Songgolangit. Tidak mengherankan kalau kecantikan Songgolangit tersohor di seantero jagad sehingga banyak raja dari luar daerah Kediri yang ingin mempersuntingnya.
Sonngolangit mempunyai adik laki-laki yang berparas tampan, terampil dan trengginas dalam olah keprajuritasn, bernama Raden Tubagus Putut. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan Raden Tubagus Putut mohon pamit pada ayahandanya untuk berkelana dan menyamar sebagai masyarakat biasa. Sementara itu di Kerajaan Bantar Angin yang dipimpin oelh Prabu Kelono Sewandono, Raden Tubagus Putut berminat mengabdi/Suwito. Berkat kemampuannya dalam olah keprajuritan ia diangkat menjadi patih kerajaan dan diberi gelar Patih Pujonggo Anom. Prabu Kelono Sewandono mendengar kecantikan Dyah Ayu Songgo Langit dan ingin meminangnya, maka diutuslah Patih Pujonggo Anom untuk melamar ke Kediri. Sebelum berangkat ke Kediri Pujonggo Anom memohon petunjuk kepada Sang Dewata agar dirinya tidak diketahui oleh ayahandanya maupun kakaknya.
Di kerajaan Ngurawan banyak berdatangan para pelamar diantaranya Prabu Singo Barong dari Lodoyo yang didampingi patihnya Prabu Singokumbang. Kedatangan Pujonggo Anom untuk melamar membuat terkejut Songgolangit, karena meskipun Pujonggoanom memakai topeng, ia mengetahui bahwa itu adiknya sendiri. Songgolangit menghadap ayahandanya menyampaikan bahwa Pujonggo Anom itu putranya sendiri. Mendengar penuturan itu maka murkalah sang ayah. Kemudian sang Prabu mengutuk Pujonggo Anom bahwa topeng yang dikenakan pada wajahnya tidak bisa dilepas dari wajahnya. Pujonggo Anom mengatakan pada Songgolangit bahwa lamarannya itu sebetulnya untuk rajanya yaitu Prabu Kelono Sewandono. Akhirnya Songgolangit mengeluarkan suatu Patembaya (sayembara) yang isinya: Dia menginginkan sebuah titian yang tidak berpijak pada tanah; Barang siapa dapat membuat tontonan yang belum ada di jagad ini, dan bilamana digelar dapat meramaikan jagad; serta Pengarak manten menuju ke Kediri harus nglandak sahandape bantala (lewat bawah tanah) dengan diiringi tetabuhan. Barang siapa yang bisa memenuhi permintaan tersebut maka si pencipta berhak mempersunting Dewi Songgolangit sebagai permaisuri.
Pujonggo Anom melaporkan permintaan Songgolangit kepada Prabu Kelono Sewandono. Karena merasa cukup sulit, akhirnya keduanya bersemedi memohon petunjuk Sang Dewata Agung. Dewata memberikan bahan berupa bantang bamboo, lempengan besi serta sebuah cambuk yang disebut Pecut Samandiman. Adapun batang bamboo digunakan untuk membuat kuda kepang yang melambangkan sebuah titian yang tidak berpijak pada tanah, lempengan besi dijadikan bahan tetabuhan yang enak didengar. Dalam waktu singkat Kelono Sewandono beserta Pujonggo Anom sudah bisa memenuhi patembaya Dewi Songgolangit.
Akhirnya pasukan prajurit penunggang kuda dari Bantar Angin menuju Kerajaan Kediri dengan diiringi tetabuhan bisa menjadi tontonan yang belum pernah dilihat oelh masyarakat Kediri. Maka mulailah kesenian itu diberi nama Tari Jaran Kepang yang terdiri dari empat orang sebagai penari yang menggambarkan punggawa kerajaan ang sedang menunggang kuda dalam tugas mengawal raja. Tarian tersebut diiringi oleh satu unit musik gamelan jawa berupa ketuk, kenong, kempol, gong suwukan, terompet, kendang dan angklung. Di lain pihak Prabu Singo Barong merasa kedahuluan oleh Prabu Kelono Sewandono, maka marahlah Singo Barong dan terjadilah perang. Kelono Sewandono unggul dalam peperangan berkat pecut Samandiman. Singo Barong pasrah kepada Kelono Sewandono dan sanggup menjadi pelengkap dalam pertunjukkan jaranan yang digelar di Kerajaan Kediri, karena pada dasarnya mereka sangat menyukai musik gamelan. Dengan bergabungnya Singo Barong dan patihnya Singo Kumbang (celeng) maka genaplah penari jaranan berjumlah enam orang hingga sekarang ini.
Selain seperangkat gamelan, pagelaran jaranan juga membutuhkan sesaji yang harus disediakan dari sang dalang jaranan yang lazim disebut "Gambuh"
antara lain: Dupa (kemenyan yang dicampur dengan minyak wangi tertentu kemudian dibakar), Buceng (berisi ayam panggang jantan dan beberapa jajan pasar, satu buah kelapa dan satu sisir pisang raja), Kembang Boreh (berisi kembang kanthil dan kembang kenongo), Ulung-ulung (berupa seekor ayam jantan yang sehat), Kinangan (berupa satu unit gambir, suruh, tembakau dan kapur yang dilumatkan menjadi satu lalu diadu dengan tembakau). Selanjutnya sang gambuh dengan mulut komat-kamit membaca mantera sambil duduk bersila di depan sesaji mencoba untuk berkomunikasi dengan roh leluhur dan meminta agar menyusup ke raga salah satu penari jaranan. Setelah roh yang dikehendaki oleh Sang gambuh itu hadir dan menyusup ke raga salah satu penari maka penari yang telah disusupi raganya oleh roh tersebut bisa menari dibawah sadar hingga berjam-jam lamanya karena mengikuti kehendak roh yang menyusup di dalam raganya. Sambil menari, jaranan diberi makan kembang dan minum air dicampur dengan bekatul bahkan ada yang lazim makan pecahan kaca semprong.
Di Kediri kesenian Jaranan sering ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu penting, acara peresmian maupun pesta-pesta keluarga, terlebih untuk acara yang berlangsung pada bulan Suro

opo ?


https://books.google.co.id/books?id=gHpGFM_O_V0C&pg=PA223&lpg=PA223&dq=penjelasan+jaranan+menurut+budayawan&source=bl&ots=yxe2_RFQ7d&sig=s1HqPQk6O61-tmQ84frjgW0bH_g&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjZhrOl8YHSAhUJwI8KHcVjCxgQ6AEIQzAG#v=onepage&q=penjelasan%20jaranan%20menurut%20budayawan&f=false

Sabtu, 04 Februari 2017

KESENIAN JARANAN






JARANAN

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Seni Jaranan itu mulai muncul sejak abad ke 10 Hijriah. Tepatnya pada tahun 1041. atau bersamaan dengan kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 yaitu bagian timur Kerajaan Jenggala dengan ibukota Kahuripan dan sebelah Barat Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan Ibukota Dhahapura.
Sejarah
Raja Airlangga memiliki seorang putri yang bernama Dewi Sangga Langit. Dia adalah orang kediri yang sangat cantik. Pada waktu itu banyak sekali yang melamar, maka dia mengadakan sayembara. Pelamar-pelamar Dewi Songgo Langit semuanya sakti. Mereka sama-sama memiliki kekuatan yang tinggi. Dewi Songgo Langit sebenarnya tidak mau menikah dan dia Ingin menjadi petapa saja. Prabu Airlangga memaksa Dewi Songgo Langit Untuk menikah. Akhirnya dia mau menikah dengan satu permintaan. Barang siapa yang bisa membuat kesenian yang belum ada di Pulau Jawa dia mau menjadi suaminya.
Ada beberapa orang yang ingin melamar Dewi Songgo Langit. Diantaranya adalah Klono Sewandono dari Wengker, Toh Bagus Utusan Singo Barong Dari Blitar, kalawraha seorang adipati dari pesisir kidul, dan 4 prajurit yang berasal dari Blitar. Para pelamar bersama-sama mengikuti sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit. Mereka berangkat dari tempatnya masing-masing ke Kediri untuk melamar Dewi Songgo Langit.
Dari beberapa pelamar itu mereka bertemu dijalan dan bertengkar dahulu sebelum mengikuti sayembara di kediri. Dalam peperangan itu dimenangkan oleh Klana Sewandono atau Pujangganom. Dalam peperangan itu Pujangganom menang dan Singo Ludoyo kalah. Pada saat kekalahan Singo Ludoyo itu rupanya singo Ludoyo memiliki janji dengan Pujangganom. Singa Ludoyo meminta jangan dibunuh. Pujangganom rupanya menyepakati kesepakatan itu. Akan tetapi Pujangganom memiliki syarat yaitu Singo Barong harus mengiring temantenya dengan Dewi Sangga Langit ke Wengker.
Iring-iringan temanten itu harus diiringi oleh jaran-jaran dengan melewati bawah tanah dengan diiringi oleh alat musik yang berasal dari bambu dan besi. Pada zaman sekarang besi ini menjadi kenong. Dan bambu itu menjadi terompet dan jaranan.
Dalam perjalanan mengiringi temantenya Dewi Songgo Langit dengan Pujangganom itu, Singo Ludoyo beranggapan bahwa dirinya sudah sampai ke Wengker, tetapi ternyata dia masih sampai di Gunung Liman. Dia marah-marah pada waktu itu sehingga dia mengobrak-abrik Gunung Liman itu dan sekarang tempat itu menjadi Simoroto. Akhirnya sebelum dia sampai ke tanah Wengker dia kembali lagi ke Kediri. Dia keluar digua Selomangklung. Sekarang nama tempat itu adalah selomangkleng.
Karena Dewi Songgo Langit sudah diboyong ke Wengker oleh Pujangganom dan tidak mau menjadi raja di Kediri, maka kekuasaan Kahuripan diberikan kepada kedua adiknya yang bernama Lembu Amiluhut dan Lembu Amijaya. Setelah Sangga Langit diboyong oleh Pujangganom ke daerah Wengker Bantar Angin, Dewi Sangga Langit mengubah nama tempat itu menjadi Ponorogo Jaranan muncul di kediri itu hanya untuk menggambarkan boyongnya dewi Songgo langit dari kediri menuju Wengker Bantar Angin. Pada saat boyongan ke Wengker, Dewi Sangga Langit dan Klana Sewandana diarak oleh Singo Barong. Pengarakan itu dilakukan dengan menerobos dari dalam tanah sambil berjoget. Alat musik yang dimainkan adalah berasal dari bambu dan besi. Pada zaman sekarang besi ini menjadi kenong.
Untuk mengenang sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit dan Pernikahanya dengan Klana Sewandono atau Pujangga Anom inilah masyarakat kediri membuat kesenian jaranan. Sedangkan di Ponorogo Muncul Reog. Dua kesenian ini sebenarnya memiliki akar historis yang hampir sama. Seni jaranan ini diturunkan secara turun temurun hingga sekarang ini.
Jaranan Dan Representasi Abangan

Jaranan pada zaman dahulu adalah selalu bersifat sakral. Maksudnya selalu berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya gaib. Selain untuk tontonan dahulu jaranan juga digunakan untuk upacara-upacara resmi yang berhubungan dengan roh-roh leluhur keraton. Pada zaman kerajaan dahulu jaranan seringkali ditampilkan di keraton.
Dalam praktik sehari-harinya para seniman jaranan adalah orang-orang abangan yang masih taat kepada leluhur. Mereka masih menggunakan danyangan atau punden sebagai tenpat yang dikeramatkan. Mereka masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap roh-roh nenek moyangnya. Mereka juga masih melaksanakan praktik-praktik slametan seperti halnya dilakukan oleh orang-orang dahulu.
Pada kenyataanaya seniman jaranan yang ada di kediri adalah para pekerja kasar semua. Mereka sebagian besar adalah tukang becak dan tukang kayu. Ada sebagian dari mereka yang bekerja sebagai sebagai penjual makanan ringan disepanjang jalan Bandar yang membujur dari utara ke selatan.
Cliford Geertz mengidentifikasi mereka dengan sebutan abangan. Geertz memberikan penjelasan tentang praktik abangan. Masayarakat abangan adalah suatu sekte politio-religius di mana kepoercayaan jawa asli melebur dengan Marxisme yang Nasionalistis yang memungkinkan pemeluknya sekaligus mendukung kebijakan komunisdi Indonesia. Sambil memurnikan upacara-upacara abangan dari sisa-sisa Islam (Geertz 1983).
Dalam perkembanganya kesenian jaranan mengalami pasang surut. Hal ini disebabkan kondisi social masyarakat yang sudah berubah dalam memaknai dan mengambangkan jaranan. dari tahun-ke tahun jaranan mulai berubah dari yang sifatnya tuntunan menjadi tontonan dan yang paling menarik adalah jaranan sebagai alat untuk menarik simpatisan dan untuk pengembangan pariwisata.
Jaranan pada tahun 1960-an menjadi alat politik PKI untuk menopang kekuasaanya dan menarik masa. Pada tahun-tahun itu kebijakan Sukarno tentang Nasakom sangat mempengaruhi keberadaan lembaga-lembaga yang ada di bawah. Dari nasionalisme, Agama dan komunis ini, memiliki lembaga-lembaga sendiri. Kelompok itu memiliki basis kesenian sendiri-sendiri. Lekra, lesbumi dan LKN adalah lembaga kesenian yang ada di tingkat bawah.
Pada tahun itu jaranan sudah ada dan kebetulan bernaung dibawah pengawasan Lekra. Jaranan pada saat itu sudah sangat digemari masyarakat. Bahkan dikediri pada saat itu sudah berdiri beberapa kelompok jaranan. kelompok jaranan ini banyak digawangi oleh orang-orang yang berada di lembaga kesenian. Dari ketiga lembaga kesenian yang ada, semuanya memiliki kesenian sendiri-sendiri yang sesuai dengan misinya masing-masing.
Pada tahun 60an itu masing-masing kelompok jaranan berkontestasi dengan sehat. Walaupun mereka berasal dari lembaga kesenian yang berbeda, tapi pada saat itu mereka masih bisa berbagi ruang dan berkontestasi. Mereka saling mendukung dan mengembangkan kreatifitasnya dalam berkesenian. Jaranan pada saat itu masih tampil dengan polos sekali. Pemainya hanya mengenakan celana kombor dan tanpa make up. Tidak ada batas antara pemain, penabuh dan penonton. Mereka sama-sama berada di tanah. Mereka bisa saling tukar main antara satu dengan lainya. Berbeda dengan zaman jepang pada yang masih menggunakan goni sebagai pakaiannya. Pada tahun-tahun 60an jaranan bisa tampil vulgar di manapun dia berada.
Pada tahun 1965 terjadi peristiwa pembersihan dari kalangan agamawan kepada kelompok-kelompok abangan. Pembersihan ini dilakukan tas kerjasamama Negara dengan kaum agamawan. Akibat dari pembersihan itu masyarakat abangan yang ada di Kediri pada saat itu sempat kocar-kacir. Terlebih pada orang-orang yang memang bergelut di lembaga PKI ataupun pernah terlibat.
Orang-orang yang terlibat sebagai anggota partai komunis dibunuh. Para seniman-seniman yang berada dibawah PKI yaitu Lekra dihabisi semua. Danyangan dan beberapa punden banyak yang dirusak. Bahkan patung-patung dan arca yang sekarang berada di museum Airlangga terlihat banyak yang hancur. Ini adalah akibat pertikaian politik 1965. segala property yang berhubungan dengan tradisi orang abangan dimusnahkan. Termasuk didalamnya adalah jaranan.
Setelah kejadian berdarah tahun 1965 itu jaranan yang dahulu adalah kesenian yang sangat dibangggakan masyarakat hilang seketika. Jaranan adalah representasi dari kaum abangan yang mencoba untuk memberikan eksistensi dirinya pada kesenian. Mereka benar-benar mengalami trauma yang berkepanjangan. Sehingga kesenian jaranan pada paska 65 mundur. Kondisi politik 65 ini telah membawa jaranan pada titik kemandekanya. Kecuali jaranan yang bernaung di bawah komunis aman dari pembersihan ini. Keberadaan jaranan pada saat itu juga masih relative sedikit. Trauma itu ternyata tidak dirasakan oleh orang-orang yang berasal dar lekra saja. Seniman dari lesbumi dan LKN waktu itu juga agak ketakutan untuk tampil di public. Kebanyakan dari seniman yang ada dikediri pada waktu itu juga berhenti dari kesenian untuk semantara waktu.
Pasca peristiwa berdarah itu seluruh elemen masyarakat memberikan identifikasi yang negatif terhadap kesenian jaranan. dari kalangan agamawan. Para agamawan beranggapan bahwa jaranan itu mengundang setan. Sehingga wajar jika pada saat itu para agamawan terlebih ansor menghabisi seniman-seniman yang berbau komunis di kediri.
Negara yang mulai memberikan pengngontrolan seniman dengan membuatkan Nomor Induk Seniman (NIS) pada kurun waktu tahun 1965-1967. Dengan memberikan NIS ini pemerintah bisa mengontrol lebih jauh seniman yang terlibat dengan komunis. Bagi yang tidak memiliki NIS biasanya mereka dikasih nomor aktif sebagai seniman. "Tanpa memiliki kartu ini, seniman tidak boleh tampil di ruang publik" kata Mbah Ketang.
Praksis paska 65 jaranan jarang sekali tampil di ruang public. Seniman-seniman jaranan yang berasal dari LKN mungkin masih bisa berunjuk kebolehanya di ruang public. Misalnya jaranan Sopongiro di Bandar dan jaranan Turnojoyo Pakelan. Dua jaranan ini bisa eksis dan tidak terberangus pada tahun 65 karena mereka adalah kelompok kesenian yang berasal dari LKN.
Stigmatisasi yang dikembangkan oleh agamawan dan Negara rupanya telah meberangus nalar masyarakat. Paska 65 masyarakat secara tidak langsung memberikan identifikasi negatif terhadap kesenian jaranan. Mereka masih menganggap bahwa kesenian jaranan itu adalah kesenian milik PKI.
Masyarakat tidak mau dicap merah oleh pemerintah dan kaum agamawan sebagai pengikut PKI. Akhirnya kesenian jaranan dijauhi oleh masyarakat. Pasca terjadi peristiwa berdarah rtahun 1965 itu, kesenian jaranan mulai lumpuh total. Baru pada tahun 1977 jaranan mulai menggeliat lagi. Jaranan menjadi sebyuah idiom baru yang tampil berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jaranan pada tahun sebeliumnya banyak berafiliasi dengan komunis akan tetapi pada tahun itu jaranan mulai menggandeng militer untuk dijadikan alat untuk melindungi dirinya.
Dan musikpun sudah mulai dilakukan. Para seniman jaranan mulai memodifikasi jaranan dari pakaian, make up, dan tarian serta musiknya. Dalam berebagai pertunjukan jaranan pemain jaranan harus memiliki sifat yang arif, sopan dan memiliki tata karama yang tinggi kepada masyarakat dan para penanggap. Sifat itu harus diperankan oleh para Dalam rangka memperbaiki citra jaranan di muka masyarakat, seniman jaranan mulai menghaluskan jaranan. Pada senimaSelainn dalam berbagai waktu dan kesempatan.
Samboyo Spirit Baru Jaranan Kepang Kediri

Dalam rangka memperbaiki citra jaranan di muka masyarakat, seniman jaranan mulai menghaluskan jaranan. Pada tahun 70an gerakan untuk merevitalisasi jaranan sudah mulai diupayakan. Penghalusan dalam wilayah tarian, dandanan dan musikpun sudah mulai dilakukan. Para seniman jaranan mulai memodifikasi jaranan dari pakaian, make up, dan tarian serta musiknya. Dalam berebagai pertunjukan jaranan pemain jaranan harus memiliki sifat yang arif, sopan dan memiliki tata karama yang tinggi kepada masyarakat dan para penanggap. Sifat itu harus diperankan oleh para seniman dalam berbagai waktu dan kesempatan.
Selain strategi berselingkuh dengan militer, jaranan juga memiliki strategi lain yaitu dengan cara menghaluskan tarianya, musiknya, dan danadananya serta tingkah lakunya harus lebih baik. Penghalusan ini dilakukan oleh seniman jaranan karena pada saat-saat itu monitoring dari pewemerintah masih sangat kuat. Untuk menghilangkan stigma itu seniman harus melakukan strategi itu untuk menjaga kesenian jaranan.
Kemudian pada tahun 1977 setelah berdirinya Samboyo Putro, jaranan mulai mendapat pengakuan dari masyarakat dan pemerintah. Jaranan Samboyo Putro ini didirikan oleh mantan polwil Kediri dari Bandar Lor yang bernama pak Sukiman (samboyo). Dengan adanya jaminan dari pihak kepolisian inilah jaranan mulai berani bertengger di kediri bersaing dengan kesenian lainya. Jaranan Samboyo itu dahulu mendapatkan wangsit dari Pamenang Joyoboyo. Pak Sukiman mendapatkan wahyu dari Pamenang agar mendirikan jaranan dan menguri-uri kesenian asli kediri ini dan untuk memperbaiki citra kesenian jaranan yang dahulu dianggap jelek atau ilmu sesat di mata masyarakat.
Atas wangsit yang berasal dari Pamenang itulah Sukiman berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan citra negative masyarakat terhadap kesenian jaranan. Pak sukiman mulai berafiliasi dengan pemerintah, agamawan serta masyarakat untuk mendukung eksistensi jaranan di kediri.pasca tahun 1977 inilah jaranan mulai bisa dipercayai sepenuhnya oleh masyarakat kediri sebagai kesenian yang bebas dari komunis.
Dahulu sebelum ada pertunjukan jaranan seluruh personel jaranan pasti pergi ke pamenang terlebih dahulu. Kalau sekarang hanya dilakukan oleh para gambuhnya saja. Perubahan ini disebabkkan lebih pada ketakutan pemain jika menjadi korban pamenang. Pemain-pemain itu takut kalu suatu saat dia mengingkari janjinya dengan pamenang.
Pada saat berdirinya jaranan samboyo putro tahun 1977 itu, Pak sukiman berusaha keras. Usaha ini lebih dimaksudkan untuk mengambalikan citra jaranan yang sudah buruk di muka masyarakat. Salah satu cara pak Samboyo pada saat itu adalah dengan cara mengadakan dukun tiban. Inspirasi tentang dukun tiban itu dia dapatkan dari pamenang. (Pardi dan Endah)
Pada masa kejayaan Samboyo Putro pernah memperoleh beberapa prestasi yang gemilang. Beberapa tahun setelah berdirinya Samboyo, langsung mendapatkan Juara 1 festifal jaranan sejawa Timur. Kemudian dalam perjalananya mulai tahun 1977 sampai 1990 Samboyo Putro pernah tanggapan sebanyak 1674 kali. Selain itu Samboyo Putro Personelnya banyak yang melatih jaranan ke komunitas-komunitas kesenian jaranan lain di Kediri.
Hingga kini masyarakat menyakini bahwa jaranan samboyo Putro itu memiliki jasa yang sangat besar untuk mengambalikan citra jaranan di kediri. Pandangan agamawan dan Negara serta masyarakat yang dahulu memandang jaranan sebagai kesenian yang jelek, akhirnya berubah haluan. Paska tahun 1977 ini, masyarakat mulai memandang bahwa jaranan ini adalah kesenian yang berasal dari kediri. Keberadaan kesenian ini harus tetap dilestarikan keberadaanya.
Pada masa kejayaan Samboyo putro pada tahun 1985 pak sukiman dahulu memiliki hubungan erat dengan pak sudiono (ngetrep lor-prambon-nganjuk). yang sekarang menjadi pemimpin samboyo putro dari tahun 1990-an sampai sekarang). hubungan erat seperti keluarga sendiri,karena sebelum pak sudiono menjadi pemimpin samboyo putro pengganti pak sukiman,pak sudiono dulu bekerja sebagai bisnis kayu,apabila pak sudiono mengadakan tebang pilih pohon dihutan,pak sukiman selalu memberikan izin tebang pohon,sebaliknya. Apabila pak sukiman membutuhkan bahan baku untuk membuat barongan/klono,pak sudiono selalu membantu memilih kayu.
Ketika diacara pementasan Samboyo Putro, pak sukiman selalu mengundang pak sudiono supaya hadir diacara tersebut, padahal waktu itu pak sudiono kurang berminat dengan kesenian jaranan. Kemudian di sela-sela acara, ketika pementasan berlangsung pak sukiman berkata sambil bercanda "No..!!! samboyo ki mbesok sing ngopeni wong nganjuk loh...!" pak sudiono tidak tahu kalau yang dimaksut pak sukiman adalah dirinya sendiri, kemudian pak sukiman mengajak pak sudiono ke petilasan sri aji joyoboyo di pamenang. "olehku biyen ki ko kene loh...!" kata pak sukiman,pak sudiono tidak mengerti apa yang dimaksud. ketika perjalanan pulang, pak sudiono tidur kaget dalam mimpi pak sudiono memegang pecut/cemethi dan memakai baju bopo/gambuh. yang diartikan generasi penerus samboyo putro setelah pak sukiman adalah pak sudiono sendiri.
Pada tahun 1990 Pak samboyo atau pak sukiman meninggal,dan samboyo putro hampir bubar, karena personel/gambuh banyak yang tidak mau meneruskan,mereka memilih bubar atau mendirikan grup jaranan lain. kemudian samboyo putro sementara dipimpin oleh pak sumantri atau pak tri,tetapi tidak berangsur lama,setelah banyak konflik-konflik yang berlanjut,akhirnya pak tri hanya memimpin samboyo putro selama 2 tahun.
Kemudian pak sudiono mendapat wangsit dari pamenang. Dalam wangsitnya pak samboyo harus meneruskan generasi samboyo putro,tetapi dalam arti samboyo putro harus diboyong di daerah asal pak sudiono di ngetrep lor-prambon-nganjuk. karena pada saat masa itu banyak sekali saingan antar grup jaranan dan konflik yang berlanjut,akhirnya pak sudiono memboyong semua peralatan samboyo putro dari bandar lor (kediri kota) ke ngetrep lor-kurungrejo-prambon (nganjuk) dan memulailah pak sudiono merintis kembali samboyo putro yang dulu vakum selama satu tahun kemudian dihidupkan kembali. untuk mengenang jasa pak sukiman,pada barongan samboyo putro (barongan samboyo putro yang bernama mbah legi,pak dhe sukiman,dan pakdhe cokro miharjo) diberi nama "bhayangkara" yang artinya keberanian melawan bebaya/marabahaya. Dahulu samboyo putro pernah mendapatkan penghargaan dari sinuwun HamengkuBuwono X berupa kenang-kenangan berwujud logo keraton ngayogjakarta. barongan mbah legi mendapatkan sematan langsung dari sinuwun H.B X sendiri.
setelah pak sukiman pendiri samboyo putro meninggal pada tahun 1990. sebagian grup ini bereankarnasi dan terpecah belah menjadi grup jaranan lain di bandar lor seperti SANJOYO PUTRO yang dahulu didirikan oleh pak sarpan.
Sebelum samboyo berdiri jaranan pakelan adalah jaranan yang sudah bisa berdiri dengan eksis di kediri. Para pemain jaranan pakelan itu rata-rata dahulu berasal dari LKN. Samboyo bubar pada tahun 1990an bersamaan dengan meninggalnya bapak Samboyo sebagai pimpinan jaranan itu. Pasca Samboyo bubar, kesenian jaranan sudah mulai merebak hampir diseluruh desa yang ada di kota kediri memiliki jaranan masing-masing. Akan tetapi mereka juga masih berkiblat dan memiliki karakter seperti jaranan Samboyo. (Pardi dan endah)
Kreasi Baru dan Proyek Dinas Pariwisata Kediri

Dalam pandangan Mbah Ketang, Gerakan joget pada jaranan itu adalah pakem dan tidak bisa diubah. Kalau jaranan Wijaya Putra itu memiliki 24 macam gerakan. Berubahnya jaranan itu hanya pada peralatan yang dimainkan saja. Kalau Wijaya Putra dan Sanjaya Putra masih mempertahankan pakem yang ada pada jaranan. kepakeman jaranan akan senantiasa dipertahankan oleh Sanjaya Putra da Wjaya Putra. Kedua jaranan ini beranggapan bahwa joged yang sekarang mereka gunakan itu adalah warisan dari leuhurnya. Pakem yang ada itu bagi 2 Komunitas ini harus selalu digunakan pada saat-saat pertunjukan. Kalau pakemnya sudah habis ditampilkan baru boleh memberikan jaranan yang sudah dikombinasi. Bagi Samboyo dan Wijaya meninggalkan yang pakem itu sangat menghilangkan naluri jaranan dan menghina tinggalan nenek moyang mereka.
Berbeda halnya dengan Jayoboyo Putra yang lebih suka berkreasi dengan model-model baru. Jaranan ini mencoba untuk mengawinkan antara kesenian tradisional dengan modern. Misalnya dalam lagu-lagunya dicampur dengan samroh ataupun dicampur dengan dangdut. Hal ini dilakukan oleh Joyoboyo Putro untuk mengikuti permintaan pasar. Ranggalawe juga memiliki paradiga yang sama dengan Joyoboyo Putro. Dia lebih mengembangkan kesenian pada proyek modifikasi tarianya.
Perkembangan jaranan paska tahun 1977 meluncur pesat. Kemunculan jaranan kreasi baru ini tidak lepas dari apa yang dinginkan penonton ataupun yang diinginkan oleh zamanya. Seniman jaranan biasanya lebih suka bermain dengan jaranan pakem. Akan tetapi biasanya kelompok seniman jaranan itu memiliki 2 versi. Pertama versi baru yaitu versi kolaborasi dengan kesenian modern. Kalau yang modern biasanya ditambah dengan sinden, dram dan keyboard. Yang kedua adalah versi jaranan pakem. Kesenian jaranan pakemanya menggunakan ketuk kenong, gong gumbeng, kendang dan terompet.
Untuk masalah tarianya nanti disesuaikan dengan pakemnya kelompok masing-masing. Misalnya, jaranan wijoyo Putro 24 gerakan, Sanjoyo Putro 24 gerakan, Joyoboyo 14 gerakan, ronggolawe malaah cumin sedikit antara 5-6 gerakan saja. Seniman jaranan selalu memberikan tawaran kepada para penanggap untuk meimilih versi yang mana.
Kalau pada saat gebyakan atau pada saat upacara nazar mereka selalu menggunakan yang pakem. Kalau pada saat tanggapan mereka menyerahkan kepada penanggapnya memili yang mana. Akan tetapi mereka memiliki pakem sendiri-sendiri dalam jogedanya.
Jaranan dahulu untuk penabuhnya tidak ada panggungnya seperti sekararang. Mulai tahun 1980an jaranan sudah mulai ada panggungnya untuk penabuh. Panggung ini dimaksudkan agar penabuh dapat leluasa dalam melihat gerakan pemain jaranan. Jaranan di sini tidak ada yang berada di atas panggung seperti jaranan Safitri Putro. Kalau jaranan Safitri Putro itu bukan jaranan namanya. Kalau Cuma nari saja dan tidak ada ndadinya namanya adalah campur sari. karena yang namanya jaranan itu harus ada yang ndadi kalau tidak ada yang ndadi itu namanya bukan jaranan.
Persaingan antar seniman jaranan satu dengan yang lainya rupanya cukup tinggi. Berbagai kelompok jaranan yang memikliki bos, mereka lebih berani untuk membanting harga. Bagi jaranan yang sifatnya paguyuban seperti halnya jaranan Wijaya Putra. Akan keberatan dengan penjatuhan harga seperti ini. Para seniman tidak akan bisa makan apa-apa kalau harga tanggapan itu anjlok.
Tarif tanggapan untuk jaranan Wijaya Putra itu berkisar antara 1500.000 sampai 1000.000 rupiah. Sedangkan kalau ada jaranan lain yang memiliki bos, pasti berani mengambil di bawahnya. 800.000 sampai 600.000 itu bisa diladeni. "Saya kasihan dengan jaranan-jaranan yang kecil-kecil itu. Karena saya kira jaranan yang kecil itu nanti tidak akan bisa hidup" kata pak gendut dari jaranan Wijaya Putra itu.
Jaranan Dalam Proyek Pariwisata

Pemerintah kota kediri dengan menggunakan organya DK3 (Dewan Kesenian Kota Kediri) beserta Dinas Pariwisata akan membuat semacam buku panduan untuk jaranan. Buku ini akan mengulas banyak tentang pakem jaranan khas kediri. Mereka bersama timnya sudah mempersiapkan segalanya unruk membuat buku itu.
Proyek pemakeman jaranan ini direncanakan pada tahun 2008 nanti. Selama ini yang sudah dilakukan oleh dinas pariwisata Kediri untuk melakukan pakemisasi jaranan adalah dengan menggali data-data yang ada. Data-data itu mereka dapatkan dari para sesepuh jaranan. "Kita tidak bisa sembarangan untuk menentukan semuanya itu. Usaha kita adalah mengumpulkan para sesepuh untuk membincang bareng tentang kesenian jaranan. Kemudian diseminarkan dan disepakati bersama'. Ujar Pak Guntur.
Rencana pemakeman ini akan melibatkan berbagai tokoh sesepuh seniman jaranan dan sejarawan. Mereka juga mengupayakan agar pemakeman ini bisa benar-benar tidak meninggalkan tradisi yang ada pada kesenian di Kediri. Sebelum pemakeman itu dilakukan dinas pariwisata akan menggali sejarah kota kediri teerlebih dahulu.
Program Dinas Pariwisata untuk tahun ini dan 1 tahun mendatang adalah mencari pakem jaranan terlebih dahulu. Untuk pengembangan dan pembimbingan pada jaranan-jaranan yang ada Kediri, dinas pariwisata mengundang kelompok-kelompok jaranan untuk tampil Taman Wisata Selomankleng setiap Minggu. Komunitas jaranan itu disuruh tampil untuk mengisi hiburan di Selomangleng secara bergiliran.
Pada saat-saat tertentu Dinas pariwisata juga mengajak para seniman jaranan untuk tampil mengisi hiburan di Taman Mini Indonesia Indah. Pada saaat jaranan tampil di taman mini sudah berbeda dengan jaranan yang ada disini. Mereka sudah dikolaborasi dengan tari-tarian lain.
Bagi kami jaranan itu yang penting adalah dimunculkan saja supaya keberadaanya tetap bisa lestari. Pada saat ini pemerintah kota kediri sedang mempelajari dan menggali kesenian jaranan yang khas Kediri. Baik itu dari segi pakaianya, jogednya maupun alat musik yang dimainkan. Proyek ini masih terhenti karena dana yang diajaukan untuk mengerjkakan ini belum turun dari pemerintahan kota Kediri. Dana pembakuan Jaranan ini akan dianggarkan pada RAPBD tahun depan.
Kita memerlukan dokumentasi, dana dan lain sebagainya. Kita rencananya akan mengupas sejarah jaranan dari sungai Brantas. Kita akan melihat perkembangan jaranan dari zaman Praislam. Jaranan Kediri memiliki pakem sendiri-sendiri. Kita sudah mulai merancang jaranan masing-masing misalnya yang pegon tidak memakai baju, untuk yang jaranan door dan senterewe masih kami pikirkan bersama teman-teman seniman jaranan. kata pak Guntur Dinas Pariwisata akan merumuskan secara bersama-sama dengan seniman jaranan kemudian menyepakatinya. Dinas Pariwisata sebenarnya hanya memfasilitasi mereka dan jangan sampai muncul bahwa ide pakemisasi ini adalah proyek Dinas Pariwisata. Mereka akan bermusyawarah dengan para seniman dalam menetapkan kesenian jaranan. Sebenarnya kita berpikir jauh kedepan untuk menjaga keberadaan jaranan pada tahun-tahun yang akan datang.
Dinas pariwisata beranggapan, kalau tidak ada pakem sendiri jaranan ini nanti akan semakin jauh dari aslinya. Karena tidak ada buku petunjuk jaranan. Mereka hanya mengembangkan tradisi lisan. Sedangkan tradisi lisan itu akan senantiasa berubah setiap tahunya.
Setiap jaranan memiliki pakem masing-masing dan tidak mau mereka diseragamkan antara kesenian jaranan yang satu dengan yang lainya. Menurut pak Guntur bahwa kesenian jaranan itu memang memiliki pakem masing-masing akan tetapi saya mencoba urntuk bisa masuk dengan pelan-pelan agar mereka bisa menerima saya. Misalnyua pada saat pertemuan saya dengan para seniman beberapa waktu yang lalu. Saya pernh mengetes mereka untuk menunjukan tarianya di depan forum. Saya meminta misalnya yang beraliran pegon maju. Mereka antara pegon jaranan satu dengan yang lainya berbeda. Senterewe juga berbeda satu sama lainya. Dalam perbedaan itu mereka berdebat sengit dan saling menunjukan bahwa jarananya yang paling benar pakem.
Setiap ada festifal jaranan saya mengumpulkan para seniman dan mengajak mereka supaya bisa menyeragamkan tarian jaranan. Pada saat festifal kemarin para juri kebingungan untuk menilai jaranan mana yang baik. Karena setiap jaranan memiliki karakter masing-masing. Sehingga kita tidak bisa melihat mana yang harus dinilai. Akhirnya siapa yang baik itu yang menang. Tapi mereka juga banyak yang protes tentang penilaian juri. Karena mereka juga menganggap bahwa jarananya yang memiliki tarian paling bagus akan tetapi tidak menang dalam festifal.
Pemerintah daerah itu haruslah pandai-pandai memasarkan kesenian daerah. Jadi tidak hanya kesenian yang sudah tenar saja yang kita suruh main. Juga bagi mereka-mereka yang belum punya nama harus kita angkat. Saya tidak memandang kualitas yang ada akan tetapi saya selalu memberikan contoh pada jaranan yang kecil supaya mengikuti jaranan yang sudah besar.
Seniman di Kediri ini seringkali pindah-pindah ruang. Maksudnya mereka selalu mengiikuti kesenian mana yang populis dan digemari masyarakat. Kalau dahulu ludruk ya seluruh seniman banyak yang di ludruk. Kalau sekarang ludruk dilarang main, mereka beramai-ramai pindah pada seniman jaranan.[1]
Apakah Tari Jaranan itu?

Tari Jaranan adalah kesenian tari tradisional yang dimainkan oleh para penari dengan menaiki kuda tiruan yang tebuat dari anyaman bambu. Selain kaya akan nilai seni dan budaya, tarian ini juga sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritual. Tari Jaranan ini merupakan kesenian yang sangat terkenal di Jawa Timur, di beberapa daerah di Jawa Timur kesenian jaranan ini masih tetap hidup dan di lestarikan. Salah satunya adalah kabupaten Kediri yang menjadikan tarian ini sebagai tarian khas di sana.
Sejarah tentang Tari Jaranan ini memiliki beberapa versi cerita yang berbeda. Menurut salah satu cerita legenda yang berkembang di masyarakat, tarian ini menceritakan tentang pernikahan Klono Sewandono dengan Dewi Songgo Langit. Dan penari berkuda pada Tari Jaranan ini menggambarkan tentang rombongan prajurit yang mengiringi boyongan Dewi Songgo Langit dan Klono Sewandono dari Kediri menuju wangker. Tari Jaranan ini merupakan warisan nenek moyang yang masih tetap ada dan berkembang hingga sekarang.
Dalam pertunjukannya, Tari Jaranan ini dilakukan oleh sekelompok penari dengan pakaian prajurit dan menunggangi kuda kepang. Sambil menunggangi kuda tersebut mereka menari dengan gerakan yang dinamis dan selaras dengan music pengiringnya. Selain menari mereka juga memainkan kuda kepang dengan gerakan yang variatif. Dalam pertunjukan Tari Jaranan ini juga diiringi oleh berbagai music gamelan seperti kenong, kendang, gong dan lain - lain. Dalam pertunjukan Tari Jaranan ini sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritualnya. Sehingga tidak jarang pada saat pertunjukan para penari mengalami trance atau kesurupan. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat jawa pada jaman dahulu akan roh – roh para leluhur. Sehingga masyarakat menjadikan Tari Jaranan ini sebagai alat komunikasi dengan leluhur mereka.
Dalam Tari Jaranan ini juga terdapat seorang pawang atau yang sering di sebut dengan Gambuh. Gambuh disini bertugas untuk melakukan ritual, berkomunikasi dengan leluhur dan menyembuhkan penari yang kesurupan. Pada saat pertunjukan, sang gambuh membacakan mantra dan memanggil roh leluhur untuk memasuki raga sang penari. Setelah roh tersebut masuk ke raga sang penari maka penari akan menari tanpa sadarkan diri, karena raga sang penari sudah dikendalikan oleh roh yang memasukinya. Mereka akan menari sambil melakukan berbagai atraksi seperti makan kembang, makan pecahan kaca dan lain - lain. Tanpa merasa sakit mereka melakukan atraksi sambil menari didampingi sang Gambuh. Hal ini lah yang menjadi keunikan dari jaranan. Selain sebagai acara hiburan, tarian ini juga sebagai ritual dan penghormatan terhadap leluhur mereka.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbtaGN029FIvNu6mF003uqj9Vt1pibFaOef8djYPkoQLx4wc7GGVCoTvjRK2WJa3sSh1_l7QF1ROnxLnAJHqMPVB-3HA5xXU41qKgLoYy5QvPZs-DB8q-QNO65F1drHEOeEiI1AJDaxyQZ/s320/jaranan.jpg
Gambar : Tari Jaranan
Dalam perkembangannya, Tari Jaranan ini masih tetap hidup dan dilestarikan di beberapa daerah di Jawa Timur. Salah satunya adalah kabupaten Kediri yang menjadikan Tari Jaranan ini sebagai icon kebanggan mereka. Tarian ini masih dilestarikan dan dikembangkan oleh beberapa sanggar seni yang ada disana. Setiap sanggar memiliki ciri khas dan pakem tersendiri dalam penampilannya, hal ini lah yang menjadikan Tari Jaranan ini kaya akan nilai seni. Tari Jaranan ini juga selalu tampil memeriahkan berbagai acara seperti pernikahan, sunatan, penyambutan tamu besar, festival budaya dan lain – lain. Kecintaan masyarakat terhadap kesenian ini yang membuat kesenian ini tetap hidup sampai sekarang.[2]
Tari jaranan
Tari jaranan merupakan kesenian yang memiliki asal beragam dan sejarah yang cukup panjang. Kesenian ini lahir saat kerajaan kuno Jawa Timur berdiri sehingga dapat dikatakan bahwa kesenian ini adalah tradisi leluhur dari masyarakat Jawa Timur. Di era modern ini masih ada masyarakat yang melestarikan kesenian daerah yang sudah berumur ratusan tahun untuk mengingat sejarah dan asal usul kita. Kita patut berbangga tentang hal ini, saat banyak orang lain melupakan kesenian ini, kita masih berkesempatan mengenalnya.
Tari Jaranan adalah kesenian tari tradisional yang dimainkan oleh para penari dengan menaiki kuda tiruan yang tebuat dari anyaman bambu. Selain kaya akan nilai seni dan budaya, tarian ini juga sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritual. Tari Jaranan ini merupakan kesenian yang sangat terkenal di Jawa Timur, di beberapa daerah di Jawa Timur kesenian jaranan ini masih tetap hidup dan di lestarikan. Salah satunya adalah kabupaten Kediri yang menjadikan tarian ini sebagai tarian khas di sana.
Kesenian jaranan adalah suatu seni tari yang menggunakan instrumen berupa anyaman bambu atau daun pandan yang dibentuk sedemikian rupa hingga mirip seperti kuda. Tarian jaranan ini populer di daerah Jawa bagian timur, mulai dari Ponorogo, Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Malang bahkan sampai Banyuwangi. Beberapa diantaranya memang mirip, namun tentu saja masih ada beberapa perbedaan.
Sejarah Asal Kesenian Tari Jaranan.
 Seni Jaranan itu mulai muncul sejak abad ke 10 Hijriah. Tepatnya pada tahun 1041. atau bersamaan dengan kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 yaitu bagian timur Kerajaan Jenggala dengan ibukota Kahuripan dan sebelah Barat Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan Ibukota Dhahapura.
Sejarah tentang Tari Jaranan ini memiliki beberapa versi cerita yang berbeda. Menurut salah satu cerita legenda yang berkembang di masyarakat, tarian ini menceritakan tentang pernikahan Klono Sewandono dengan Dewi Songgo Langit. Dan penari berkuda pada Tari Jaranan ini menggambarkan tentang rombongan prajurit yang mengiringi boyongan Dewi Songgo Langit dan Klono Sewandono dari Kediri menuju wangker. Tari Jaranan ini merupakan warisan nenek moyang yang masih tetap ada dan berkembang hingga sekarang.
Raja Airlangga memiliki seorang putri yang bernama Dewi Sangga Langit. Dia adalah orang kediri yang sangat cantik. Pada waktu banyak sekali yang melamar, maka dia mengadakan sayembara. Pelamar-pelamar Dewi Songgo Langit semuanya sakti. Mereka sama-sama memiliki kekuatan yang tinggi. Dewi Songgo Langit sebenarnya tidak mau menikah dan dia Ingin menjadi petapa saja. Prabu Airlangga memaksa Dewi Songgo Langit Untuk menikah. Akhirnya dia mau menikah dengan satu permintaan. Barang siapa yang bisa membuat kesenian yang belum ada di Pulau Jawa dia mau menjadi suaminya.
Ada beberapa orang yang ingin melamar Dewi Songgo Langit. Diantaranya adalah Klono Sewandono dari Wengker, Toh Bagus Utusan Singo Barong Dari Blitar, kalawraha seorang adipati dari pesisir kidul, dan 4 prajurit yang berasal dari Blitar. Para pelamar bersama-sama mengikuti sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit. Mereka berangkat dari tempatnya masing-masing ke Kediri untuk melamar Dewi Songgo Langit.
Dari beberapa pelamar itu mereka bertemu dijalan dan bertengkar dahulu sebelum mengikuti sayembara di kediri. Dalam peperangan itu dimenangkan oleh Klana Sewandono atau Pujangganom. Dalam peperangan itu Pujangganom menang dan Singo Ludoyo kalah. Pada saat kekalahan Singo Ludoyo itu rupanya singo Ludoyo memiliki janji dengan Pujangganom. Singa Ludoyo meminta jangan dibunuh. Pujangganom rupanya menyepakati kesepakatan itu. Akan tetapi Pujangganom memiliki syarat yaitu Singo Barong harus mengiring temantenya dengan Dewi Sangga Langit ke Wengker.
Iring-iringan temanten itu harus diiringi oleh jaran-jaran dengan melewati bawah tanah dengan diiringi oleh alat musik yang berasal dari bambu dan besi. Pada zaman sekarang besi ini menjadi kenong. Dan bambu itu menjadi terompet dan jaranan.
Dalam perjalanan mengiringi temantenya Dewi Songgo Langit dengan Pujangganom itu, Singo Ludoyo beranggapan bahwa dirinya sudah sampai ke Wengker, tetapi ternyata dia masih sampai di Gunung Liman. Dia marah-marah pada waktu itu sehingga dia mengobrak-abrik Gunung Liman itu dan sekarang tempat itu menjadi Simoroto. Akhirnya sebelum dia sampai ke tanah Wengker dia kembali lagi ke Kediri. Dia keluar digua Selomangklung. Sekarang nama tempat itu adalah selomangkleng.
Karena Dewi Sonmggo Langit sudah diboyong ke Wengker oleh Puijangganom dan tidak mau menjadi raja di Kediri, maka kekuasaan Kahuripan diberikan kepada kedua adiknya yang bernama Lembu Amiluhut dan Lembu Amijaya. Setelah Sangga Langit diboyong oleh Pujangganom ke daerah Wengker Bantar Angin, Dewi Sangga Langit mengubah nama tempat itu menjadi Ponorogo Jaranan muncul di kediri itu hanya untuk menggambarkan boyongnya dewi Songgo langit dari kediri menuju Wengker Bantar Angin. Pada saat boyongan ke Wengker, Dewi Sangga Langit dan Klana Sewandana dikarak oleh Singo Barong. Pengarakan itu dilakukan dengan menerobos dari dalam tanah sambil berjoget. Alat musik yang dimainkan adalah berasal dari bambu dan besi. Pada zaman sekarang besi ini menjadi kenong.
Untuk mengenang sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit dan Pernikahanya dengan Klana Sewandono atau Pujangga Anom inilah masyarakat kediri membuat kesenian jaranan. Sedangkan di Ponorogo Muncul Reog. Dua kesenian ini sebenarnya memiliki akar historis yang hampir sama. Seni jaranan ini diturunkan secara turun temurun hingga sekarang ini.

Perkembangan Kesenian Jaranan.
Sejarah kelam memang pernah menimpa kesenian jaranan. Kesenian ini dilarang tampil oleh pemerintah orde baru pada saat seusai pemberontakan PKI. Hal ini dikarenakan adanya isu yang menyatakan bahwa para seniman pelaku jaranan terlibat dalam organisasi internal PKI, padahal saat itu PKI dianggap sebagai musuh dan pengkhianat negara. Banyak diantara seniman jaranan yang ditangkat dan menjadi tahanan politik di masa itu. Beberapa diantaranya dibuang ke pulau buru. Akan tetapi kini kesenian ini sudah bebas dipentaskan. Bahkan departemen pariwisata dan industri kreatif memberikan apresiasi yang baik.
 Saat ini, gerakan penari jaranan juga semakin bervariasi. Pakem yang ditetapkan oleh jaranan Wijaya Putra sebagai perintis adalah 24 gerakan, namun saat ini ada yang menggunakan 14 gerakan pakem Joyoboyo. Namun yang paling sedikit gerakannya adalah pakem gerakan ronggolawe yang hanya 5-6 gerakan saja. Ada pula jaranan buto yang merupakan variasi kesenian jaranan dari daerah Banyuwangi. Menikmati tontonan ini memang menngasyikkan, membuat kita bisa ikut bergoyang-goyang melihat gerakan penari yang lincah dan memutar-mutar kuda kepang tersebut. Dengan alunan musik yang rancak ditambah aksesori pakaian penari yang indah, ditambah dengan pecut yang sering dihentakkan dan menimbulkan bunyi-bunyian.
Pada perkembangan selanjutnya, tari Jaranan ini masih tetap hidup dan dilestarikan di beberapa daerah di Jawa Timur. Salah satunya adalah kabupaten Kediri yang menjadikan Tari Jaranan ini sebagai icon kebanggan mereka. Tarian ini masih dilestarikan dan dikembangkan oleh beberapa sanggar seni yang ada disana. Setiap sanggar memiliki ciri khas dan pakem tersendiri dalam penampilannya, hal ini lah yang menjadikan Tari Jaranan ini kaya akan nilai seni. Tari Jaranan ini juga selalu tampil memeriahkan berbagai acara seperti pernikahan, sunatan, penyambutan tamu besar, festival budaya dan lain – lain. Kecintaan masyarakat terhadap kesenian ini yang membuat kesenian ini tetap hidup sampai sekarang.
Pertunjukan Kesenian Jaranan.
 Dalam pertunjukannya, Tari Jaranan ini dilakukan oleh sekelompok penari dengan pakaian prajurit dan menunggangi kuda kepang. Sambil menunggangi kuda tersebut mereka menari dengan gerakan yang dinamis dan selaras dengan music pengiringnya. Selain menari mereka juga memainkan kuda kepang dengan gerakan yang variatif. Dalam pertunjukan Tari Jaranan ini juga diiringi oleh berbagai music gamelan seperti kenong, kendang, gong dan lain - lain. Dalam pertunjukan Tari Jaranan ini sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritualnya. Sehingga tidak jarang pada saat pertunjukan para penari mengalami trance atau kesurupan. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat jawa pada jaman dahulu akan roh – roh para leluhur. Sehingga masyarakat menjadikan Tari Jaranan ini sebagai alat komunikasi dengan leluhur mereka.
Dalam Tari Jaranan ini juga terdapat seorang pawang atau yang sering di sebut dengan Gambuh. Gambuh disini bertugas untuk melakukan ritual, berkomunikasi dengan leluhur dan menyembuhkan penari yang kesurupan. Pada saat pertunjukan, sang gambuh membacakan mantra dan memanggil roh leluhur untuk memasuki raga sang penari. Setelah roh tersebut masuk ke raga sang penari maka penari akan menari tanpa sadarkan diri, karena raga sang penari sudah dikendalikan oleh roh yang memasukinya. Mereka akan menari sambil melakukan berbagai atraksi seperti makan kembang, makan pecahan kaca dan lain - lain. Tanpa merasa sakit mereka melakukan atraksi sambil menari didampingi sang Gambuh. Hal ini lah yang menjadi keunikan dari jaranan. Selain sebagai acara hiburan, tarian ini juga sebagai ritual dan penghormatan terhadap leluhur mereka.[3]

Lagu Jaranan
Jaranan adalah lagu daerah dari Jawa Tengah, Indonesia
Lirik
Jaranan, jaranan jarané jaran Tèji
Sing numpak Mas Ngabèhi, sing ngiring para abdi
Jrèk jrèk nong, jrèk jrèk gung jrèk è jrèk turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedhèr
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedhèr.
Karya : Ki Hadi Sukatno.